Catatan Akhir Tahun Industri Pakaian Indonesia: Welcome (Back) Industri Pakaian Indonesia! Welcome Allure Batik!

Pertengahan Desember lalu dunia industri Indonesia kembali  sumringah dengan adanya pemberian Anugerah Produk Asli Indonesia (APAI Award) 2009.  APAI Award 2009 seakan menjadi happy ending di tahun 2009 yang di sepanjang tahun ini diwarnai krisis ekonomi dunia.

Diberikan oleh Meneg BUMN Mustafa Abubakar yang didampingi oleh Menakertrans Muhaimin Iskandar di Hotel Mulia, Jakarta, APAI Award 2009 menjadi tonggak kemajuan industry dalam negeri ditengah globalisasi perdagangan yang semakin sengit dan tajam.

APAI Award seakan menjadi setetes air di tengah kekeringan (ekonomi) dunia yang panjang dan tidak menentu.  Karena bukan saja para pemenang APAI Award telah membuktikan kedigdayaan mereka di tengah persaingan globalisasi perdangan yang semakin tajam, APAI Award juga memberi  semacam kepercayaan diri bagi seluruh industry dalam negeri, bahwa industi local punya kekuatan untuk bertahan dan menang.

12 Perusahaan Terbaik Meraih Penghargaan APAI 2009

Hanya ada 12 perusahaan yang berhasil meraih pengharagaan bergengsi ini.  Itu artinya hanya ada 12 perusahaan ‘digdaya’  Indonesia (menurut versi APAI 2009) yang mampu bertahan bahkan menyodok perusahaan luar negeri.  Masing masing perusahaan mewakili tiap jenis industry.

“Panitia tidak memilih milih perusahaan dari kota besar atau pelosok.   Besar atau kecil.  Sepanjang perusahaan tsb. memenuhi criteria dari panitia dan juri, mereka berhak ikut masuk dalam penilaian” demikian penjelasan panitia APAI Award 2009.  APAI 2009 adalah award yang diberikan oleh Departemen Perindustrian dan Perdagangan Indonesia, Standar Nasional Indonesia dan harian Bisnis Indonesia.

Kenyataan bahwa ada 12 perusahaan local Indonesia yang mampu melejit, membuat surprise Mustafa Abubakar.  “Saya tidak percaya ternyata banyak juga industry kita yang mampu bertahan bahkan menang dalam persaingan dengan perusahaan sejenis dari luar” ujar Mustafa.

Allure Batik bersama 11 perusahaan Indonesia lainnya berhasil meraih  Anugerah Produk Asli Indonesia (APAI Award) 2009.  Rencananya, penerima anugrah tersebut akan difasilitasi mengikuti ASEAN Business Advisory Council (ABAC) Award 2010  mendatang. Ini adalah APAI yang keempat kalinya sejak tahun 2006.

Di industry pakaian, muncul nama baru sebagai peraih award APAI 2009. Yakni Allure Batik.  Perusahaan yang berdiri Oktober 2005 ini menarik perhatian, tidak hanya kalangan juri APAI, tetapi juga segenap pelaku industry pakaian jadi di Indonesia.

Kemunculan Allure Batik di tengah kancah persaingan industry mode Indonesia, boleh jadi memberi aura baru yang melegakan hati.  Ketika industry ini tengah berjibaku dengan merk merek luar yang membanjiri pasar Indonesia, Allure Batik muncul dengan konsep batiknya yang sangat memikat dan indah.

Desain dan warna yang bright, menjadi kekhas-an Allure yang segera menarik minat para penyuka batik.  Tidak hanya para penyuka batik, mereka yang semula memandang batik hanya sebagai busana pilihan kedua, kini melihat batik Allure betul betul sebagai busana bergengsi dan berkualitas prima.
Allure Menjadi Brand Baru

Allure Batik memulai bisnisnya di bulan Oktober tahun 2005, masih terbilang muda memang.  Dengan modal idealisme  tinggi akan kecintaan terhadap budaya bangsa, Allure Batik semula hanya punya cita cita sederhana yakni  ingin agar batik menjadi busana pilihan yang bergengsi, dan bukan lagi pilihan karena ‘ada upacara atau kondangan’.

Allure Batik bertekad menjadikan batik busana premium, modern dan berkualitas tinggi.  Sehingga orang akan memakai batik memang karena batik itu sendiri adalah busana yang fashionable, cantik dan berkualitas. Lahir ditengah booming industry fahion Indonesia, Allure batik mencoba mencuat dari kerumunan pasar fashion Indonesia.  Berkat ide, kreativitas desain dan warna warna bright yang berani serta keunggulan teknik batik yang prima, Allure batik secara signifikan mulai mencuat menjadi brand baru dalam dunia fashion Indonesia.  Meninggalkan nama nama besar yang telah lama Berjaya dalam pasar fahion Indonesia.  Baik batik maupun bukan.  Kualitas yang prima dari bahan, desain dan teknik, membuat  Allure Batik mulai mendapat tempat di hati pencinta fashion Indonesia.

“Sekarang orang menyebut batik yang berkualitas sebagai batik Allure, tidak lagi hanya batik saja.  Bagi kami, itu sebagai tanda bahwa Allure telah menjadi premium brand baru untuk sebutan batik berkualitas” jelas Ade Kartika dari Allure Batik.

Allure, Fenomena “Idealisme” yang Mendunia

Sejak kehadirannya di tahun 2005 hingga sekarang tahun 2009, Allure batik menunjukkan geliat bisnis yang cukup mencengangkan.  Hanya dalam tempo 4 tahun mereka mampu membuat brand high fashion yang menjadi rebutan pasar premium Indonesia. Meninggalkan pesaing sejenis yang telah lama ada.

Timbul pertanyaan, mengapa Allure Batik sebagai perusahaan swasta bisa demikian cepat berkembang di tengah pertarungan globalisasi perdagangan yang massif?

Salah satu kunci keberhasilan Allure terletak pada kekuatan inovasi desain dan kualitas bahan batiknya.  “Kami selalu membuat desain terbaru dan amat menjaga orisinalitas untuk setiap baju yang kami buat.  Tidak pernah satu desain kami buat secara berulang ulang atau dalam jumlah banyak.  Pasar kami adalah pasar premium, mereka sangat mengutamakan kualitas dan personality.  Jadi tidak heran bila kami selalu membuat baju dengan limited edition” jelas Ade Kartika.

Langkah ini terbilang cerdas sekaligus berani.  Karena pasar premium ini masih belum ada yang  berani terjun, bahkan oleh brand batik ternama yang telah lebih dulu ada.  Cerdas karena dengan terjun ke ceruk pasar yang belum ada pemainnya ini, Allure telah menjadi the first sekaligus innovator. Dalam industry, biasanya satu perusahaan sukses akan diiringi oleh competitor lainnya.

“Silahkan bila ada yang ingin mengikuti Allure Batik.  Tapi teknik batik dan kualitas bahan Allure akan sangat sulit ditiru.  Disitulah keunggulan Allure.  Desain kami sangat orisinil, cantik, elegant dan modern dengan warna warna bright.  Bahkan dalam satu desain batik,  Allure mampu mengkombinasikan 4 atau lebih warna cerah sekaligus.  Butuh teknik yang rumit untuk melakukan itu karena hasilnya harus halus dan berkualitas tinggi” aku Ade Kartika.

Sejak awal berdirinya, perusahaan yang kepemilikannya dimiliki oleh Suherman Mihardja ini telah mengambil langkah langkah strategis dalam memenangkan pasar.  Salah satunya adalah pemilihan ikon.  Allure Batik menyadari betul, salah satu keuntungan dengan memunculkan ikon adalah promosi perusahaan bisa berjalan dengan tepat, strategis sekaligus efektif dan efisien.  Untuk itulah Allure Batik memilih Annisa Pohan sebagai citra Allure Batik.

Karena membidik pasar yang premiumlah maka  Allure memilih lokasi butik pertama mereka berada di kawasan elite Kemang.  Sukses dengan butik pertama, Allure segera membuka butik di Dharmawangsa Square, kemudian berlanjut ke Senayan City, Singapure, Bali dan Grand Indonesia.

2010, Tahun Penuh Harapan

Mengawali tahun 2010, kalangan indutri Indonesia kembali ketar ketir. Pasalnya, di minggu terakhir Desmber 2009, Indonesia mau tidak mau harus ikut dalam nota kesepakatan perdagangan bebas ASEAN-China (ACFTA).

Itu artinya pasar Indonesia akan lebih dibanjiri oleh produk produk luar..

“Kami menyambut tahun 2010 dengan optimistis dan semangat.  Kami yakin, brand kami bisa bertahan dan melaju sesuai dengan target perusahaan. Bahkan kami memandang, dengan dibukanya ACFTA, itu berarti produk kami akan bisa berkompetitor secara langsung dengan fashion ternama dunia lainnya.  Dan kulaitas lah yang akan membuktikan, siapa yang akan mampu bertahan” ujar Ade dengan nada optimis dan senyum lebar.  Baginya, tahun 2010 adalah tahun penuh harapan.  Karena sejumlah rencana membuka pasar baru di berbagai tempat strategis baik di dalam maupun luar negeri telah menanti.

“Kami bahkan akan semakin memperbanyak kunjungan ke luar negeri.  Ini bagian dari idealism kami untuk menyambut keputusan UNESCO yang telah menjadikan batik sebagai budaya dunia.  Jika bukan kita yang mengembangkan batik, siapa lagi?” kata Ade mengakhiri percakapan.

Memang, fenomena ‘idealis’ yang mengguncang dunia fashion Indonesia ini, telah sanggup menarik perhatian dunia.  Bahwa sebuah ‘idealisme’ ditambah kerja keras, bisa menjadi formula ajaib yang menggiurkan di tengah globalisasi dunia yang semakin keras.  Yang tak seorang pun akan tahu, akan kemana muara dari globalisasi perdagangan ini.  Yang jelas, hanya yang memiliki inovasi, berani dan mempertahankan kualitas lah yang akan menang.  Allure Batik telah membuktikannya.

Welcome (back) industri fashion Indonesia!

Welcome, Allure Batik!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: